Dokter : gorengan tidak boleh sama sekali tapi diminimalisir

Jakarta (radonsanering-systemet.com) – Ahli Gizi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) dr. Elfina Rachmi, MGIzi, SpGK tidak melarang orang makan gorengan, namun ia mengingatkan untuk meminimalisirnya dalam menu makanan sehari-hari.

“Kenapa harus makan gorengan atau makanan berlemak tinggi jangan berlebihan karena energi atau kalorinya dua kali lipat lebih tinggi dari karbohidrat dan protein,” ujarnya dalam Media Gathering Virtual bertajuk “Kategori Makanan dan Minuman laris, Tokopedia dan Ahli Gizi Berbagi Tips untuk Kembalikan Pola Makan Sehat Setelah Lebaran”, Kamis.

Terlalu banyak kalori terkait dengan penambahan berat badan dan masalah kesehatan lainnya seperti penyakit jantung. Mengutip Livestrong, tubuh membutuhkan kalori yang cukup untuk berfungsi, namun ketika asupan melebihi kebutuhan, tubuh menyimpan kelebihan kalori dalam bentuk lemak.

sayaBaca juga: Kelebihan Nutrisi Saat Sahur dan Buka Puasa Picu Penyakit Metabolik

Kalori ekstra terutama disimpan dalam bentuk trigliserida, yang bila meningkat dapat berbahaya bagi kesehatan jantung. Trigliserida yang menumpuk di arteri dapat meningkatkan risiko arteri menjadi keras, kaku dan sempit atau aterosklerosis. Pengerasan dinding arteri meningkatkan risiko terkena serangan jantung atau stroke.

Mengenai pilihan lemak, Elfina menyarankan masyarakat untuk memilih sumber lemak baik seperti minyak zaitun atau kacang-kacangan dan sumber lemak baik seperti alpukat.

Berbicara tentang tips memilih makanan sehat, ia menyarankan agar masyarakat mengetahui terlebih dahulu status gizinya, yakni melalui perhitungan indeks massa tubuh (IMT).

“Kita hanya perlu mengetahui berat badan kita saat ini dalam kg dan tinggi badan kita dalam meter. Kita membagi berat badan kita dengan tinggi badan kita (dalam meter kuadrat). Kita hanya perlu melihat indeks massa tubuh,” katanya.

Baca Juga :  Orang tua diminta untuk mengejar imunisasi anak yang tertinggal

Nilai BMI sebesar 23 menunjukkan tubuh dalam kategori normal. Jika lebih dari 23 maka dikategorikan kelebihan berat badan atau kegemukan, maka jika radonsanering-systemet.com 25-29,9 maka tergolong obesitas derajat satu dan lebih dari 30 termasuk dalam kategori obesitas derajat dua. Semakin tinggi nilai BMI, semakin tinggi pula risiko seseorang terkena penyakit seperti penyakit kardiovaskular.

Setelah mengetahui status gizi, ketika mengetahui pilihan jenis makanan, salah satunya masih termasuk karbohidrat. terutama yang kompleks karena mengandung serat.

Sumber karbohidrat kompleks seperti beras merah, nasi putih plus agar-agar, oatmeal, sereal, kentang dengan kulit tetapi pastikan bersih karena kulit dapat membantu menambah serat dan roti gandum. Asupan karbohidrat kompleks meningkatkan asupan serat dan memperpanjang kerja makanan di lambung sehingga tubuh tidak cepat lapar.

Selanjutnya, penuhi kebutuhan lauk hewani sebagai sumber protein yang cukup karena ini berkaitan dengan kekebalan tubuh. Sumber protein dapat berasal dari lauk pauk hewani seperti ikan, ayam, telur, daging sapi, dan lauk pauk nabati seperti tempe, tahu dan kacang-kacangan.

“Dengan rasio asupan protein hewani yang lebih tinggi dibandingkan lauk nabati 2:1,” saran Elfina.

Di sisi lain, sayur dan buah juga harus ada dalam menu sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan serat yang sebenarnya terkandung dalam karbohidrat kompleks.

Untuk snack atau jajan, dia menyarankan masyarakat memilih buah atau cokelat secara khusus coklat hitam atau cokelat hitam karena rendah lemak jenuh dan gula. Cobalah makan camilan ini dua atau tiga kali sehari.

“Dengan pola seperti ini akan menghindari konsumsi camilan atau jajanan yang tinggi kalori, dengan membiasakan makan buah sesuai jadwal camilan“kata Elfina.

Dalam hal pengolahan makanan, Anda harus membatasi menggoreng makanan hingga dua kali seminggu. Orang bisa membuat variasi pengolahan makanan seperti merebus dan lain-lain.

Baca Juga :  Ramadhan Runway Festival menampilkan karya perancang busana Sumatera Barat

Baca juga: Suka Makan Gorengan Saat Buka Puasa? ini efeknya di kulit

Baca juga: Bolehkah Makan Gorengan Saat Berbuka?

Baca juga: Ingat Aturan Porsi Kunci Makan Sehat Saat Lebaran

Reporter: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
HAK CIPTA © radonsanering-systemet.com 2022